Renungan Harian dari Almanak HKBP
Sabtu, 3 Februari 2018
Selamat pagi untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.
Roma 15:13, Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Di dunia ini selalu terdapat dua sisi yang berbeda, seperti ada malam ada pagi, ada gelap ada terang, ada tinggi ada pendek, ada cepat ada lambat, ada yang kuat ada yang lemah dan lain sebaginya. Berbicara kuat dan lemah kita dihantarkan memahami kuantitas atau jumlah. Di Indonesia ini kelompok mayoritas yang disebut dengan kuantitas yang tertinggi sebagai kelompok yang kuat. Bahkan kelompok yang minoritas tidak dapat mempengaruhi kelompok yang mayoritas tersebut. Begitu juga didaerah-daerah, terdapat kelompok mayoritas dan minoritas. Tetapi bagiamana pemahaman mayoritas dan minoritas ditempat kita tinggal, daerah kita tinggal bahkan negara yang kita tempat ini mempunyai satu visi yaitu kesejateraan seluruh masyarakat baik dikalangan yang mayoritas dan minoritas. Kesejateraan disini dilihati sebagai satu wadah tolong menolong bukan hanya sebatas sejahtera dipangan tetapi juga sejahtera dihati dan jiwa.
Paulus pernah menyinggung persoalan disuatu jemaat yang dilayaninya, dimana Jemaat yang dilayani ini mempunyai kriteria, yaitu yang kuat dan yang lemah. Paulus melihat tidak ada sinergi yang kuat kepada yang lemah, maunya hidupnya berjalan dengan baik secara masing-maisng. Memikirkan diri sendiri dan tidak peduli dengan orang lain adalah suatu kesombongan dihadapan Allah. Apalagi kriteria lemah dan kuat disini dihubungkan dengan iman jemaat. Bagaimana yang imannya sudah dewasa menolong yang masih menjalin proses pematangan iman kepada Yesus Kristus? Lebih dalam lagi kriteria iman yang lemah ini dikelompokkan kepada mereka yang masih menyembah dewa-dewa dan melakukan ritual yang dianjurkan para penganut kepercayaan tersebut. Untuk itulah Paulus datang menyampaikan surat ini, agar kirinya jemaat mempunyai harapan kepada Allah yang menjadi sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. Sebab kepada pengharapan lah kita dihantarkan untuk melakukan yang diperintahkan Allah kepada kita di kehidupan kita sehari-hari.
Saudaraku, di dalam kehidupan kita ini, sering kita jumpai saudara-saudara kita yang masih terjebak di dalam penyembahan berhala. Mereka tentu masih kedalam kriteria yang lemah dalam iman. Saat ini Allah mau mengingatkan kita agar kita selalu berpengharapan kepada Allah sumber pengharapan, agar kita dimampukan menolong dan menegur mereka di dalam kelemahannya. Sebab tugas ini ada tugas kita sebagai orang percaya kepada Allah bukan hanya tugas seorang pelayan gereja. Tindakan itulah yang membuktikan iman kita kepada Allah, adalah iman yang kuat. Jika kita masih belum mampu, mulailah hari ini. Secara perlahan kita akan dimampukan agar banyak jiwa yang kembali kepada Allah. Itulah harapan kita bersama sebagai orang-orang yang percaya kepada Allah. Mulailah hal itu dengan mendoakan mereka, sebab di dalam doa kita telah berpengharapan kepada Allah. Amin
HAPPY DAY
Selamat beraktivitas untuk kita semua
Salam Marturia
Pdt. Anna Vera Pangaribuan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar