Tampilkan postingan dengan label KOTBAH MINGGU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOTBAH MINGGU. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2018

KARAKTER ALLAH YANG PENUH KASIH

KHOTBAH MINGGU REMINISCERE 25 FEBRUARI 2018
EV : Yunus 4:1-11
TOPIK : KARAKTER ALLAH YANG PENUH KASIH

Saudara-saudara, pernah kita mendengar, kasih anak sepanjang gala sedangkan kasih ibu sepanjang masa. Demikian kiranya kita bandingkan dengan kasih manusia terhadap sesama dan kasih Allah terhadap manusia. Kasih manusia terhadap manusia sangat terbatas sedangkan kasih Allah terhadap manusia tidak terbatas. Ini terbukti dari kisah seorang nabi Yunus, yang mana tidak bisa dia menerima kebaikan Tuhan/pengampunan Tuhan/kasih sayang Tuhan kepada orang di Niniwe. Bangsa Niniwe yang telah melakukan kejahatan dimata Tuhan, sekalipun bangsa ini sudah bertobat setelah Yunus mengatakan kepada mereka bahwa 40 hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan. Namun Yunus masih tetap marah kepada Allah karena Allah memberi pengampunan kepada bangsaNya. Kemarahan Yunus terbukti pada ayat 3; ya Tuhan cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup. Kemarahan Yunus yang tidak bisa dikontrol/dimanagenya sehingga mengakibatkan fatal.
Betapa kita bisa melihat dalam teks ini, betapa Yunus begitu mengasihi pohon jarak yang merugikan dirinya sekalipun tidak ditanannya. Apalagi Tuhan Allah terhadap 120.000 orang di Niniwe itu (ayat 10-11). Nampaknya Yunus sangat egois terhadap keselamatan yang diberikan oleh Allah, dia tidak menyadari bahwa kasih Allah bersifat universal, dimana juga keselamatan yang diberikan Allah adalah untuk semua umat. Nampaknya, Yunus tidak mengenal anugerah Allah, dia hanya mengenal hukum sebab akibat. Bila seorang bersalah, dia patut kena hukuman/sangsi. Dia tidak menyadari bahwa pengampunan Allah jauh lebih baik ketimbang hukuman Allah diberikan untuk selamanya.
Dari teks ini kita belajar dari karakter Allah yang penuh kasih terhadap Manusia. Kita belajar dari kehidupan Yunus sebagai hamba Tuhan yang egoistis, bukan melayani umat Tuhan, yang menganggap diri paling benar, adalah yang tidak perlu ditiru oleh orang yang percaya pada Kristus. Yang kita tiru adalah karakter Allah yang penuh kasih terhadap semua orang berdosa. Ini terbukti dengan kedatanganNya di dalam diri Yesus Kristus. Dialah yang mengerjakan rencana Allah itu melalui pengorbananNya agar manusiahidup dan memperoleh keselamatan. Ketaatan Yesus Kristus untuk memenuhi panggilan Allah agar manusia selamat telah terbukti. Ketaatan itu tidak sia-sia melainkan memperoleh kemenangan bagi orang yang percaya kepada Dia.

Saudaraku, bagaimana kita merespon dalam konteks kehidupan kita? 
1.Bukankah kejahatan semakin merajalela, bukankah sudah banyak manusia telah jauh dari Tuhan? Siapakah yang terpanggil untuk membawa mereka kepada jalan yang benar? Yaitu Kristus yang maha pengampun. Selain hamba Tuhan, hendaklah kita semua bercermin apakah kita sudah layak terpanggil untuk menyampaikan kabar keselamatan dari Allah.

2. Apakah otoritas yang diberikan Tuhan kepada kita sudah kita lakukan sebaik baiknya untuk melayani umat yang berbeda-beda karakternya tanpa pandang bulu. Demikian kita juga terpanggil untuk memberi kesempatan bagi seseorang untuk bertobat, seperti istilah: give me one more chance. Sebagaimana Yesus mengatakan kepada perempuan yang berzinah (Yoh 8:11), Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. Artinya Tuhan masih memberi kesempatan manusia untuk bertobat dan hidup. Lalu sudahkah kita menobatkannya orang?
3.Selaku hamba Tuhan dan jemaat hendaklah memegang dan menghidupi anugerah Tuhan yang tidak terbeli. Setiap orang hidup dalam anugerah Tuhan sehingga tidak satupun manusia berhak menghakimi sesamanya kerena semua menerima anugerah. 
Dihadapan anugerah Allah, tidak sepatutnya kita beranggapan bahwa diri kita lebih baik dari orang lain, lalu kita keluar dari Zona nyaman sehingga kita mau menginjili dengan satu pertanyaan: kapan orang banyak akan mendengar firman Tuhan dan diampuni?

4.Mengolah kemarahan, sangat penting mengolah kemarahan supaya menghasilkan kebaikan. Sebaliknya bila tidak dapat diolah kemarahan itu maka yang terjadi akan merusak tatanan kehidupan. Orang yang sudah hidup dalam Tuhan, kemarahan tidak berlarut-larut, namun segera dapat diatasi dengan baik, misalnya; Marah terhadap pekerjaan yang hasilnya jauh dari yang diharapkan
Marah terhadap situasi yang tidak nyaman.
Bukankah ini sering dialami, bahkan sering kita marah terhadap orang lain dengan menyalahkan mereka dari pada melihat diri sendiri. 
Padahal bisa jadi karena faktor;
1. Kita merasa malu diketahui kelemahan
2. Ingin sempurna yang kita lakukan
3. Kita tidak mampu menerima kelemahan orang lain.

Marilah kita tunjukkan karakter Allah itu yang penuh kasih kepada sesama manusia.
Tuhan memberkati.

Selamat hari Minggu
Selamat beribadah
Salam Marturia
Pdt.Dr.Anna Ch Vera Pangaribuan

IKUTLAH YESUS DENGAN SETIA

KHOTBAH MINGGU INVOCAVIT 
TGL 18 PEB 2018 : LUKAS 9 :57-62

TOPIK : IKUTLAH YESUS DENGAN SETIA

Saudara-saudara yang kukasihi dalam Yesus.
Bonhoeffer mengatakan bahwa gereja yang tidak berani membayar harga adalah gereja yang cenderung menjual anugerah Allah dengab harga yang murah. Demikian juga Eka Darmaputera mengatakan bahwa kekristenan yang murah ialah dimana orang mengharap berkat-berkat besar melimpah karena imannya, tetap mengabaikan sama sekali tuntutan-tuntutan yang harus dibayar oleh imannya. Kekristenan yang murah adalah ketika seseorang dengan mudah menyesuaikan diri dengan dunia ini.
Dua orang tokoh ini mengingatkan saya pada nats khotbah minggu ini bahwa mengikut Yesus berarti harus sepenuhnya dengan pengorbanan; setia pada perintahnya; setia pada misi yang Tuhan telah percayakan kepada umatNya; tetap bersamaNya dengan tidak meninggalkan Dia; bukan sekedar ikut-ikut saja. Hal ini terlihat dalam nats khotbah tentang gambaran bagaimana Yesus menjelaskan hal mengikut Dia bahwa tidak semudah yang dibayangkan oleh orang-orang yang berjumpa dengan Yesus.

1) MENGIKUT YESUS TIDAK CUKUP DENGAN KATA-KATA.
Seperti ada seorang ditengah jalan datang kepada Yesus sambil berkata : "Aku akan mengikut Engkau, kemana saja Engkau pergi". Yesus berkata kepadanya (ay 58 : serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya. Artinya kalau binatang masih mempunyai tempat namun Yesus sendiri ditolak oleh manusia. Demikian juga orang yang mengikut Yesus, harus bersiap-siap ditolak oleh dunia, dibenci oleh dunia. Mengikut Yesus berarti menyediakan tempat untuk kepala. Dengan Kristus menjadi kepala atas hidup kita, maka sesungguhnya kita akan menerima pertanbahan dari Allah; akan terjadi curahan berkat ilahi yang luar biasa; tercipta terobosan-terobosan ilahi dalam tiap pergumulan dan masalah kita; tidak ada hal yang terlalu sulit untuk kita atasi (Maz 115 : 15 : diberkatilah kamu. Tuhan yang menjadikan langit dan bumi). Sebagaimana contoh yang bisa kita pelajari dari hidup rasul Paulus, dia mengatakan dalam Galatia 2 :20 "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkam Kristus yang hidup di dalam aku dan hidupku yang kuhidupi sekarang didalam daging , adalh hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi dan menyerahkan dirinya untuk Aku"

Saudaraku..
Perkataan Rasul Paulus ini, bukan hanya kata-kata namun sudah menjadi kehidupannya. Bilapun beliau menghadapi tantangan bahkan ancaman karena pemberitaan firman Tuhan, dia tetap setia mengikutiNya. Demikian juga kehidupan kita sebagai orang-orang yang sudah menyatakan diri sebagai pengikut Tuhan. Banyak orang Kristen hanya mengikut Kristus tanpa disertai dengan kedalaman MAKNA yang sesungguhnya. Mereka terdaftar sebagai anggota jemaat, mereka rajin mengikti ibadah namun mereka tidak menghayati dan mengaplikasikan iman percaya itu, sehingga apabila ada tantangan iman atau bahkan ancaman maka mereka tidak mampu menghadapinya. Mereka hanya dikata-kata saja percaya kepada Yesus namun tidak menjadikan dasar hidupnya sama seperti lebih percaya kepada Yesus . Demikian juga bisa terjadi SALAH MOTIVASI dalam mengikut Yesus seperti yang terjadi pada murid-murid yang memiliki motivasi yang salah antara lain :

- agar mendapat posisi/ kedudukan
- agar mereka mendapat makanan yang mengenyangkan ( 5 roti dan 2 ikan)
- agar mereka memperoleh kesembuhan atas mujizat Yesus

SALAH MOTIVASI ini pun bisa terjadi dalam kehidupan orang-orang yang dikatakan orang-orang percaya pada masa kini yakni mencari kenikmatan hidup dan menghindari kesusahan, masalah dan penderitaan yang berat. Padahal yang terjadi jauh sebaliknya bahwa mengikut Yesus bukan berarti tanpa MASALAH.
2) Mengikut Yesus harus mennggalkan segala sesuatu yang kita cintai/kasihi yakni keluarga. Sungguh tentunya hal ini amat berat dilakukan /dipraktekkan oleh siapapun. Inilah nats yang sering disalah artikan oleh sekelompok yang ekstrim yang hanya memahami dari ayat saja tidak memahami apa maksud Tuhan tentang 2 hal permintaan dari orang yang datang kepada Yesus :
-izinkan pergi dahulu menguburkan bapanya
-izinkan pamitan dahulu dengan keluarganya
Jawaban Yesus terhadap orang yang minta izin pergi dahulu menguburkan bapanya adalah pada ayat 60 biarlah orang mati menguburkan orang mati ;tetapi engkau pergilah dan beritakanlah kerajaan Allah dimana-mana. Artinya bukan tidak penting menyampaikan tugas kewajiban kita terhadap orangtua tetapi untuk menyadarkan kita tak ada yang lebih penting dari hal-hal sorgawi dan tidak meninggalkannya walau sekejab dan walau terlihat cukup mendesak, dengan kata lain, betapa lebih penting adalah kesetiaan kepada Yesus walau menghadapi rintangan apapun. Hal ini tergambar dari sikap Yesus pada ayat 62 bahwa setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh kebelakang, tidak layak untuk kerajaan Allah.Di sini Yesus menunjukkan otoritasNya dengan berinisiatif mengajak manusia untuk mengikut Dia.Ironisnya,manusia menunjukkan respon keberatan.Kebiasaan manusia minta izin sering membahayakan Kekristenan dan ini harus diwaspadai karena banyaknya godaan di sekeliling yang sanggup mempengaruhi mereka untuk keluar dari jalan Tuhan.Hal ini sebagaimana juga dapat terjadi bagi kehidupan orang Kristen masa kini.Mereka memiliki banyaknya alasan untuk tidak setia pada Yesus, misal: kurang ekonomi,kurang kasih sayang,belum terlalu tua, dll.

Saudaraku,
Kita belajar dari sosok seorang yang setia dari Asam,India mengikut Yesus sampai dieksekusi MATI mengucapkan lagu dan menyanyikan bersama isterinya.Syair lagu tsb :

Mengikut Yesus keputusanku 3x
Kutak ingkar2x
Tetap kuikut walau sendiri 3x
Kutak ingkar2x

Salib di depan,dunia dibelakang3x
Kutak ingkar2x
Kuikut sampai kulihat Yesus3x
Kutak ingkar2x

Kiranya saudara-saudariku dimampukan oleh Tuhan sebagai pengikut Dia yang setia.AMIN.
SALAM MARTURIA
Pdt.Dr.Anna Ch.Vera Pangaribuan

Minggu, 08 Juli 2018

MARI HITUNGLAH BERKAT TUHAN

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan.

Nats khotbah Minggu Estomihi 
Tgl 11 Peb 2018: Kejadian 12:1-9.


Seorang anak yang buta sejak lahir berani terus berjalan karena percaya kepada ayahnya menuntun dia dengan penuh kasih sayang. Sehingga, sekalipun ia tidak tahu kemana tujuannya tetapi ia percaya kepada ayahnya akan membawa dia ketempat yang aman. Percaya artinya betapa kepercayaan itu sungguh amat penting dalam perjalanan hidup.
Kepercayaan kepada siapa yang kita tunjukkan selama ini? Kalau anak yang buta tadi menaruh kepercayaan kepada ayahnya akan membawa dia ketempat yang aman. Hal ini juga bisa kita gambarkan bahwa seseorang menaruh kepercayaan kepada orang lain karena dapat menjaga, memelihara, mendukungnya, memberi keamanan, kesejahteraan, dan kehidupan seutuhnya. 
Gambaran tersebut dapat kita lihat dalam kisah perjalanan hidup dari Abraham yang dikenal sebagai Bapa orang percaya. Allah memberi jaminan kehidupan baginya ketika ia menaati perintah Allah.

Jaminan kehidupan yang diberikan Allah kepada Abraham bukanlah sesuatu yang mudah sekali diterimanya begitu saja oleh Abraham karena jaminan itu boleh dapat dilihat dari sudut mata kepala; karena konsekuensinya, ialah meninggalkan kampung halaman, keluarga, kebudayaan, bahkan tempat yang akan diberikan oleh Allah kepada Abraham dan keturunannya adalah tempat yang sudah dihuni orang Kanaan , dimana suatu bangsa yang secara terus menerus menjadi antagoni bagi Israel.Mengapa Allah memerintahkan Abraham untuk meninggalkan kota Ur dan memberi Kanaan?
1. Kota Ur adalah kota yang tidak mengenal Tuhan melakukan penyembahan berhala, di samping itu tanah makmur /merdeka.
2. Kanaan adalah sebuah daerah subur yang akan menjadi sebuah bangsa yang berpusat kepada Tuhan. Kanaan menjadi titik penting bagi sejarah kehidupan Israel dan kebangkitan kekristenan.

Oleh karena itu apa yang mendorong Abraham mengikuti panggilan/perintah Allah itu dan respon Abraham terhadap panggilan Allah:
1. Iman percaya Abraham menjadi DASAR melakukan rencana panggilan Allah 
2. Iman/ kepercayaan Abraham menjadi DASAR menerima janji/ jaminan Allah sebagai menggerakkan perjalanan Abraham ke depan
3. Abraham mendirikan mezbah dikanaan sebagai tanda penyerahan diri kepada kehendak Allah.

Apakah isi Janji atau jaminan Allah kepada Abraham sehingga hal itu yg dia pegang dgn teguh selama menjalani kehidupan?
1. Menjadi bangsa yang besar 
2. Membuat kemakmuran dan kemahsyuran
3. Engkau akan menjadi berkat 
4. Memberkati orang yang memberkati engkau, mengutuk orang yang mengutuki engkau
5. Semua kaum dimuka bumi ini akan mendapat berkat.

Saudara-saudariku, 
Apa yang dapat kita maknai dari khotbah ini sesuai dengan konteks kita dewasa ini?

1. Mengimani janji/jaminan Allah:murni dengan sepenuh hati (Mazmur 12:7-8a Janji Tuhan adalah yang murni bagaikan perak yang teruji...Engkaulah ya Tuhan yang akan menepati janjinya). Mengimani janji Allah itu membutuhkan kesetiaan, kepatuhan, pengorbanan tanpa sedikitpun keraguan. Seperti kisah seorang anak kecil yang buta itu menaruh percaya pada ayahnya.Demikian orang percaya hendaklah mengimani janji Allah itu walau diperhadapkan banyak tantangan dan konsekuensi. Bagaimana kita bisa memenangkan tantangan atau kesulitan bahkan konsekuensi ditengah perjalanan hidup???
1.Menaati firman Allah yakni meninggalkan masa lalu/zona aman untuk mengikuti Kristus saja. Di dalam ketaatan ada unsur pergumulan, menyangkal diri (Luk 9:23) dan hidup baru (2 Kor 5:17)
2. Fokus pada janji Tuhan dan kesetiaan Tuhan bukan fokus pada keadaan sekarang yg sedang dihadapi : kesukaran hidup sampai-sampai berbeban berat (Mat 11:28-30).

3. Apakah kehadiran kita sudah menjadi berkat bagi orang lain? atau masih kurang cukupkan berkat itu pada diri kita?
Kristus datang telah membawa berkat yang universal yakni keselamatan bagi manusia. Sebagaimana topik Minggu ini adalah diberkati untuk menjadi berkat. Kita adalah orang-orang yang sdh diberkati Tuhan dan inilah waktunya utk pergi membawa berkat.Hitunglah berkat Tuhan maka kita akan kagum oleh KASIHNYA.

4. Berpikir positif dalam setiap peristiwa baik atau buruk. Antony de Mello mengatakan mari belajar untuk mengatakan "ya" terhadap setiap peristiwa dalam hidup kita. Ya berarti menerima tanpa syarat segala sesuatu yang direncanakan Tuhan dalam hidup ini. Pada saatnya nanti kita akan dapat melihat berkat-berkat yang tersamar dalam berbagai peristiwa di kehidupan kita, karena Tuhan bekerja dengan caraNya yang misterius yang tidak terselami oleh keterbatasan akal kita. Amin
SELAMAT MERAYAKAN BERKAT TUHAN
SALAM MARTURIA
Pdt.Dr.Anna Ch.Vera Pangaribuan



Jumat, 06 Juli 2018

BERILAH HATI YANG TULUS UNTUK MENERIMA FIRMAN TUHAN

Saudara-saudaraku sebagai persiapan KHOTBAH MINGGU SEXAGESIMA
Minggu tgl 4 Pebruari 2018
LUKAS 8 : 9-15


Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Nats khotbah minggu ini tidak asing lagi bagi kita karena sudah sering kita mendengar. Namun ketika kita mendengarnya apakah kita merasa bosan dan tidak perlu lagi mendengarnya?.Tidak dmk malah kita senang dan bersyukur nats ini menjadi khotbah pada minggu ini. Yang pasti nats ini mengajak kita untuk merenungkan sudah sejauh mana buah/hasil yang sudah kita dengarkan itu. Jangan-jangan kita hanya melakukan sebatas mendengar saja sehingga tidak sampai kepada pelaku-pelaku firman Tuhan padahal Yakobus 1:22 berkata tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman Tuhan dan bukan hanya pendengar saja. Sebab jika tidak maka kamu menipu diri sendiri
Yang hendak mau dikatakan nats khotbah ini adalah bahwa penting sekali untuk mendengarkan firman Tuhan dan penting sekali melakukan firman Tuhan.Sehingga yang menjadi perenungan bagi kita "ADAKAH HATI DAN HIDUP KITA SUNGGUH MENJADI LAHAN YANG BAIK BAGI FIRMAN TUHAN" oleh karena itu perlu kita perhatikan nats ini. yang menceritakan ttg perumpamaan ini dimana perumpamaan Yesus ini sangat kaya maknanya kepada murid-muridnya .Perumpamaan-perumpamaan Yesus menggambarkan salah satu poto type dari orang farise yakni :
1. Orang farise menyombongkan kebaikan-kebaikannya
2. Orang farise yang sering mengangguk-anggukkan kepalanya seolah olah bijaksana
3 orang farise yang menghitung kebaikannya
4. Orang farise yang mematuhi Allah karena takut
5. Orang farise yang mematuhi Allah karena mengasihi Allah

Jadi dapat kita memperhatikan ada 4 bagian bagaimana firman Tuhan itu bekerja dihati manusia melalui perumpamaan ini.
1. Benih yang jatuh dipinggir jalan (ayt 12)
Pinggir jalan merupakan jalur umum yang melintasi ladang, dan benih yang jatuh dipinggir jalan sering diinjak-injak oleh orang yang lalu lalang dimana ada petani yang menabur benih pasti akan ada sekawanan burung. Hal ini menunjukkan bahwa ada orang yang telah mendengar firman Tuhan tetapi datanglah iblis untuk mengamvil firman Tuhan itu dari hati manusia supaya mereka jangan percaya kepada firman Tuhan dan diselamatkan. artinya apabila firman Tuhan diberitahu kepada orang tersebut maka pesan firman Tuhan akan berlalu begitu saja. Pesan itu didengar masuk dari telinga sebelah kiri dan keluar dari sebelah kanan. Bukan benihnya/firman yang tidak baik tetapi tanah yakni hati mereka yang sudah sangat keras.

2.Benih yang jatuh ditanah yang berbatu-batu (ayt 13)
Benih yang jatuh ditanah yang berbatu-batu seperti bertumbuh ditanah yang sangat baik dan bahkanbmenunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Akan tetapi sesudah mendengar firman Tuhan itu mereka hanya percaya sebentar saja dan akhirnya murtad. Ketika dalam keadaan sukacita maka firman Tuhan itu bekerja tetapi pada saat pencobaan datang dia tidak lagi menggunakan senjata firman Tuhan dalam menghadapi segala sesuatunya.
3.Benih yang jatuh disemak duri (ayt 14)
Buah yang jatuh disemak duri artinya orang yang mendengar furman Tuhan dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekwatiran dan kekayaan dan menikmati hidup sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang artinya hati mereka tidak murni di dalam pengabdian dan komitmen kepada Tuhan melainkan kepada mamon/berhala. Mereka diingatkan dalam mat 6:24 " kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan Mamon.
4, Benih yang jatuh ditanah yang baik (ayat 15)
Yang jatuh ditanah yang baik, dan setelah tu berbuah seratus kali lipat. Artinya mempercayai bahwa kuasa firman Tuhan mampu mengatasi segala tantangan hidup dalam keadaan kondisi apapun didalam hidupmu. Mempercayai bahwa firman Tuhan adalah sumber dari segala sesuatu yang baik. Kuncinya adalah ketekunan/habengeton ni roha (sebagaimana dalam Rom 5:4 ketekunan menimbulkan tahan uji yang menimbulkan pengharapan) . 
Dari ke 4 perumpamaan ini hendak mengatakan kepada kita semua adalah :
1. Tanah yang seperti apakah saya ini? 
2. Firman Tugan dapat ditaburkan kepada bermacam-macam orang namun hasilnya bergantung pada kualitas hati orang
yang mendengarkan firman itu. Mengingatkan kita bahwa mendengarkan itu bukan pasif tetapi aktif bekerja, Dimana ada proses yang terjadi; misalnya apabila kita mendengarkan Firman Tuhan dari Mat 6:25 :Janganlah kuatir akan hiduomu, akan ada yang hendak kamu makan, atau minum dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari makan atau minum dan pakaian? Itu bukan berarti menerima firman Tuhan tanpa proses, kita pasti mengalami pergumulan berat. Perjuangan berat untuk jangan kuatir sampai akhirnya kita mengaminkan firman Tuhan tersebut. 
Begitu juga seperti kita membaca kasih itu sabar, kasih itu murah hati , kita akan berjuang untuk terlihat sabar sekalipun marah dan berjuang untuk terlihat murah hati walau tidak rela lalu kita rasakan bahwa kita sudah melakukan firman Tuhan. 
Begitu juga kita mengatakan sudah melakukan firman Tuhan ketika kita sudah berdoa, kegereja, memberikan persembahan padahal kita tidak pernah bertumbuh. 
Kesimpulan 
1. Firman yang didengar itu harus benar benar masuk kedalam hati kita. Bagaimana caranya? Seperti seekor anjing memakan tulqng, dia dengan menggigit dan menguyah.
2. Sabar/tekun membiarkan Tuhan bekerja. 
3.Firman Tuhan bukan lagi sebagai beban tetapi mengalir keluar dari hidup kita itulah buah ketekunan. 
Demikianlah disampaikan Firman Tuhan ini kepada seluruh pembaca. Tuhan memberkati.
Amin. 
Salam marturia
Pdt. Dr Anna Ch Vera Pangaribuan

ALLAH YANG MURAH HATI, ADIL & BENAR

KHOTBAH MINGGU III SETELAH EPHIPANIAS Tgl 28 Jan 2018
EV : YEREMIA 9 : 23-24
"Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, jangan orang kuat bermegah karena kekuatannya, jangan orang kaya bermegah karena kekayaannya.
Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut : bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan Kasih Setia, keadilan & kebenaran di bumi ; Sungguh , semuanya itu kusukai, demikian firman Tuhan.
TOPIK : ALLAH YANG MURAH HATI, ADIL & BENAR ( PARASI ROHA DO JAHOWA, PARUHUM JALA PARTIGOR)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Nats khotbah minggu ini hanya 2 ayat, sangat pendek namun memiliki makna yang dalam. Dari kisah perjalanan hidup umat Tuhan yang pada saat itu diingatkan oleh nabi Yeremia bahwa menghadapi dan menyelesaikan masalah tidak cukup hanya meratap namun yang terpenting adalah :

1. Bagaimana mereka harus menyadari bahwa kebanggaan terhadap diri sendiri adalah sia-sia (Yer 9 : 23) dan meratapi tidak bisa menyelesaikan masalah mereka,sampai-sampai sampai nabi Yeremia menangisi umat Allah yang terlalu keras hatinya karena menyembah berhala dan berpaling dari Allah.
Itulah yang membuat Allah menghukum mereka.

2. Mereka (bangsa umat Allah ) memerlukan pengenalan akan Allah sebagai Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran karna inilah yang disukai oleh Allah ( Yer 9 :24)
Maka dari itu kita dapat melihat dan mengalami sendiri sebagaimana pengalaman bangsa Israel ini bisa juga terjadi ditengah-tengah hidup orang percaya. Oleh sebab itu kita harus banyak belajar mengenal Allah dengan benar.
bagaimana kita akan memperoleh pengenaln yang benar akan Allah didalam hidup kita?

Mungkin kita menjawab bahwa :
1. Kita mengenal Allah melalui membaca dan merenungkan firman Tuhan.
2. Kita mengenal Allah melalui mendengarkan Firman Tuhan
3. Kita mengenenal Allah melalui kesaksian- kesaksian dari orang lain.

Tapi kita pasti pernah melihat dan merasakan bahwa pengenalan Allah yang benar bila terwujud dalam tindakan sehari-hari yakni melakukan kasih setia, keadilan dan kebenaran. Karna itu yang diinginkan Tuhan dalam kehidupan orang yang percaya kepadaNya.
Saudaraku yang terkasih,
Apakah realita yang terjadi dalam kesehari-harian dalam kehidupan Allah saat ini? Bukankah keseringannya atau acap kali masih larut akan kebanggaan yang bersifat sementara? Seperti kebanggaaan bila anak-anak kita berhasil naik pangkat, memperoleh kedudukan, harta kekayaan, kecantikan, suara merdu, keahlian yang dimilikinya, dll. Kebanggaan yang demikian bisa membawa kita pada kesombongan diri sehingga berdampak besar dalam fokus : kehidupan, cita-cita, sikap karakter kita yakni, kita bisa terjerumus kedalam masalah besar dalam rumah tangga dan interaksi kita kepada tetangga, teman-teman dan saudara-saudara kita mengalami gangguan yang buruk. Oleh karena itu baik lah kita tinggalkan kemegahan seperti itu. Biar lah kita bermegah akan pengenalan kepada Tuhan yang telah menyelamatkan kita, sperti yang dikatakan oleh nabi Yeremia kepada umat Allah (Israel). Kita mau menjadikan Tuhan fokus utama hidup, karakter, sikap dan cita-cita kita. Saat ini. Saat kita bermegah didalam Tuhan, maka akan terpancar didalam kehidupan kita yang penuh kasih, keadilan, dan kebenaran. Mengenal Allah dengan sungguh-sungguh adalah hidup menundukkan diri (rendah hati kepadaNya) adalah pengalaman yang penting dalam hidup kita.

Saudaraku yang terkasih,
Mengapa kita harus bermegah didalam Tuhan?

1. Karna kehidupan kekal diberikan Tuhan kepada setiap orang yang percaya.
2. Karna diberikan kuasa (Kis 1:8) Dia memberikan kekuatan kepada kita.

Ada satu ikustrasi : ada dua orang anak tk bermain menyususn balok bangunan, mereka membentuk rumah-rumah balok bangunan yang berwarna - warni dengan bentuk yang berbeda beda dan mereka berhasil membuatnya. Si A berhasil membuat rumah-rumahan tersebut dan pergi meninggalkan rumah-rumahan tersebut. Si B melihat bahwa rumah-rumahan yang dibuat si A jauh lebih baik dari yang ia buat. Si B merasa iri. Lalu lewatlah ibu guru melihat hasil kerja mereka si B mengatakan bahwa rumah-rumahan si A adalah hasil karyanya. Si B ingin menerima pujian dari gurunya.
Saudaraku yang terkasih, apa makna ilustrasi tersebut? Yaitu janganlah kita iri dan bermegah diri supaya mendapat pujian atau dipandang orang dengan berbagai cara, sebab itu adalah hanya sementara tetapi hendaklah kita bermegah didalam Tuhan sebab ia adalah pemberi kehidupan, Allah yang murah hati, adil dan benar.Amin.
Salam Marturia.
Pdt. Dr. Anna Ch Vera Pangaribuan.


https://www.youtube.com/watch?v=e6JZVELTUpY&feature=share

Lakukanlah ketetapan Allah dengan Setia

Jamita Minggu II dung Ephipanias : 2 Petrus 2: 10b – 16
Topik : Manontong ma Ulahon Uhuk ni Debata
Lakukanlah ketetapan Allah dengan Setia.

Saudaraku yang terkasih, pernah kita dengar kata Aspal/Imitasi. Nampaknya asli tapi ternyata palsu, misalnya bisa kita lihat dalam benda atau bentuk barang.
Kelihatan emas tapi ternyata emas swarsa
Kelihatan barang Original tapi ternyata KW, seperti dapat kita temui pada tas, sepatu, baju, dll.
Ternyata masalah asli dan palsu bukan hanya terdapat pada benda/barang saja, namun dapat terjadi pada diri manusia. Bisa terlihat pada sifat/karakter manusia. Apakah manusia sungguh-sungguh baik atau berpura-pura baik. Apakah manusia sungguh-sungguh “Tulus Menolong” atau ada sesuatu dibalik perbuatan menolong. Demikian juga dalam hal kekristenan pada masa kini, apakah sungguh-sungguh Kristen atau berpura-pura menjadi Kristen. Sifat-sifat yang dimana ini sudah terlihat pada kehidupan masa lampau dan hal ini tertulis dalam Alkitab termasuk pada Nats Khotbah ini yang menyatakan adanya ancaman penyesatan yang dilakukan oleh guru-guru palsu yang dihadapi Jemaat mula-mula. Oleh karena itu, Surat Petrus yang kedua ini merupakan peneguhan kepada seluruh umat mula-mula agar mengikuti jejak Kristus yang hidup kudus serta menghidupkan kembali pengertian yang murni akan Kristus.
Adapun ciri-ciri guru palsu dalam nats ini adalah :
Ayat 10b : Mereka berani, angkuh, tidak segan-segan menghujat kemuliaan.
Ayat 13-14 : Mendapat upah dari kejahatan, berfoya-foya untuk kenikmatan mabuk dalam hawa nafsu zinah; tidak jemu-jemu berbuat dosa; keserakahan, memikat orang-orang yang lemah.
Ayat 15-16 : Mereka telah meninggalkan jalan yang benar, seperti si Bilean yang suka menerima upah untuk perbuatannya yang jahat.
Dari ciri-ciri guru palsu tersebut, apakah yang bisa kita lihat pada zaman sekarang.
Ajaran sekte tertentu yang menyimpang dari Alkitab sebagai akibat penafsiran yang keliru.
Injil diberitakan dari akal manusia dan bukan penafsiran yang benar.
“Berdagang”. Mereka akan mengklaim dan mengiklankan ajaran mereka sebagai ajaran yang paling benar, paling tinggi, paling diurapi Roh Kudus dan paling Alkitabiah. Mereka laksana penjual obat dipinggir jalan.
Terkadang injil dikemas sedemikian rupa agar sesuai dan relevan untuk perkembangan zaman. Jadi bukan zamannya dirubah agar sesuai dengan Injil, tetapi Injilnya yang dirubah agar sesuai dengan zaman. Salah satu injil yang telah dirubah yaitu saat ini sudah ada pemberkatan nikah untuk para gay maupun lesbian. Demikian juga pelayanan kepada banci tanpa upaya menjadikan mereka bertobat.
Dengan demikian melihat keadaan-keadaan kita ini maka kita harus memperhatikan beberapa hal:
Waspada terhadap ajaran sesat yang mengatasnamakan Tuhan demi uang
Tetap memelihara Injil yang sebenarnya tanpa dipengaruhi zaman. Milikilah landasan yang teguh akan firman Allah, maka kita tidak akan ditipu oleh muslihat mereka. Richard de Haan mengatakan, “Selidikilah semua pengajaran di” dalam terang Firman Allah.”
*Contoh : Matius 7:15 “ Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Ilustrasi : Berhati-hatilah
Seorang kenalan saya “ditipu” oleh seorang wiraniaga yang pandai bicara yang singgah di tempat usahanya. Orang itu memperlihatkan sejumlah permata menarik yang menurutnya telah dibelinya dengan potongan harga yang sangat besar. Ia terutama merasa bangga akan beberapa arloji yang tampaknya sangat mahal, dengan mereka terkenal tertempel pada lempeng arlojinya.
Teman saya merasa terkesan dan memberi beberapa arloji. Namun ketika wiraniaga itu telah pergi, ia memeriksa ‘hasil penawarannya’dengan lebih teliti. Ia terkejut mendapati bahwa merek dagangnya sama sekali bukan merek terkenal. Dua huruf dalam nama itu berbeda, namun cetakannya sedemikian kecil sehingga ia tidak memperhatikan hal itu sebelumnya. Tali arloji tersebut juga bukan kulit asli melainkan “kadal asli” dan pada bagian belakang kotaknya terdapat tulisan yang menandakan bahwa jam itu terbuat dari bahan berkualitas rendah.
Kejadian ini mengingatkan saya akan apa yang dikatakan oleh sang Juruselamat dalam Lukas 21:8, “Waspadalah supaya kamu jangan disesatkan.” Bahkan sama seperti sebagian orang dalam dunia bisnis yang dengan pandai telah menyesatkan fakta-fakta menjadikan pelanggan-pelanggan mereka sebagai korban, ada juga guru-guru palsu di dalam gereja-gereja yang memutar balikkan kebenaran. Meskipun mereka menggunakan istilah alkitabiah dan tampak ortodoks. amin
Selamat melayani
Salam Marturia
Pdt. Dr. Anna Ch. Vera Pangaribuan


https://www.youtube.com/watch?v=ZI5nLv9301A&feature=youtu.be

Senin, 02 Juli 2018

ALLAH MENYATAKAN DIRI

KHOTBAH MINGGU II SETELAH EPIPHANIA 14 JANUARI 2018
EV : keluaran 5 : 24 - 6 : 1 - 6
TOPIK : ALLAH MENYATAKAN DIRI

Saudaraku..
Seberapa sering kita mendengarkan khotbah di gereja, kebaktian keluarga, kebaktian marga?
seberapa sering kita membaca firman Tuhan sepanjang hidup kita? seberapa banyak ayat alkitab yang sudah kita hafal?
dengan demikian, apakah kita sudah merasakan perjumpaan dengan Allah dimana Dia datang menyatakan diri melalui peristiwa hidup yang kita alami, apakah itu sakit, apakah itu kegagalan dipekerjaan, keluarga, mengalami diskriminasi, kuatir, kehilangan harta benda atau kehilangan yang kita kasihi atau sebaliknya selama hidup tidak pernah mengalami perjumpaan dengan Allah. bagaimana dengan pengalaman kita masing-masing?
Saudaraku, melalui nats ini Tuhan menyatakan diri kepada bangsa Israel melalui Musa bukan karena kebaikan mereka melainkan Justru Allah menyatakan diri ditengah-tengah Perbudakan bangsa Israel oleh Mesir selama 400 tahun dalam rangka menyelamatkan menyelamatkan bangsa Israel.
ada beberapa pokok yang dapat kita perhatikan dalam nats ini :
1. Allah menyatakan diri kepada Musa dan memanggil Musa untuk membebaskan bangsaNya dari perbudakan Mesir. Allah sungguh mengetahui keraguan Musa (ayat 11), oleh karena itu Allah berulang-ulang meyakinkan Musa tentang siapakah diriNya itu. (Keluaran 6:5-7) ada 7 janji Tuhan :
- Aku akan membebaskan dari kerja paksa orang Mesir
- Aku akan melepaskan engkau dari perbudakan mereka
-Aku akan menebus engkau dengan tangan yang teracung
- Aku akan mengangkat engkau menjadi umatKu
- Aku akan menjadi Allahmu
- Aku akan membawa engkau ke negeri yang Kujanjikan
- Aku akan memeberikan tanag itu menjadi pusakamu.
2. Allah memverikan tanah Kanaan ( ayt. 3)
3. Allah mendengar erang orang Israel (ayt. 4)
Saudaraku, dari ketiga hal tersebut dapatlah kita gambarkan bagaimana sifat Allah terhadap orang Israel adalah sungguh-sungguh mengasihi umatNya yang terbuang agar memperoleh keselamatan.
bagaimana nats ini sedang berbicara kepada saudara-saudara, dan juga kepada saya dalam konteks kita yang menghadapi pergumulan hidup yang amat sangat berat?. Nats ini menyerukan kepada kita semua
1. Agar kita tetap mengakui Allah yang membebaskan kita dari perbudakan dosa yaitu dengan datangnya Yesus kedunia ini untuk menyelamatkan kita. meyakini/ mengimani Allah adalah senjata ampuh orang percaya seperti yang tertulis dalam Efesus 6 : 16 ' Segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari sijahat. orang yang beriman tidak akan pernah takut dalam menghadapi macam tantangan didalam hidup ini.
2. Tidak ada alasan bagi orang Kristen untuk menolak panggilan Tuhan karena Allah yang bertindak melakukan penyelamatan. kitalah yang diaebut Musa-Musa masa kini yang dimana Allah meyatakan diri dan mengutus kita untuk menyampaikan kabar baik ditengah-tengah manusia yang bebal, manusia yang kehilangan identitas, jati diri, manusia yang jauh dari Allah. Hendaklah kita bersedia dalam melakukan Misi Allah yang mulia yakni :
- Membawa orang kembali kejalan Tuhan
- Mengimani Tuhan sepenuh hati tanpa ragu/rasa khawatir.
Ada satu ilustrasi
jika kita pergi kesuatu tempat dengan menaiki bus atau transportasi lainnya, kita tidak pernah ragu kepada supir yang membawa kita tapi kita sering tanpa sadar sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita.
demikian ilustrasinya :
seorang ayah megajak putranya, asa yang berumur 6 tahun memgendarai mobil menuju kesebuah museum. sudah lama asa menginginkannya. siayah kebetulan hari itu mengambil cuti sengaja untuk mengantar anaknya ketempat yang sudah lama diimpikan tanpa ditemani bundanya. diperjalanan tak hentinya Asa bertanya ' apakah ayah tahu tempatnya? tanya asa yang duduk disamping ayahnya. jawab ayahnya jangan takut jangan khawatir.
saudaraku.. demikian juga kita terkadang seperti Asa kita bertanya mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. terlalu banyak khawatir akan apa yang kita hadapi padahal sesungguhnya Tuhanlah yang sedang mengemudi buat kita semua. Tuhan yang membawa kita didalam perjalanan hidup kita.
amin.
Selamat hari minggu dan selamat beribadah untuk kita semua.
Salam Marturia
Pdt. Dr Anna Ch Vera Pangaribuan.

Minggu, 01 Juli 2018

BERITAKANLAH INJIL KE SEGALA MAKHLUK; EV : Markus 16 : 14 - 20

KHOTBAH MINGGU V SETELAH TRINITATIS
Minggu 01 Juli 2018

EV : Markus 16 : 14 - 20
BERITAKANLAH INJIL KE SEGALA MAKHLUK


Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,
Satu dari tritugas panggilan gereja adalah memberitakan injil ( Bersaksi) memberitakan kabar keselamatan kesegala makhluk di dunia ini, memberitakan injil didasari dari iman percaya kita akan kebangkitan Yesus dari kematian. Memberitakan injil dan iman kepada Tuhan Yesus Kristus adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Dalam diri orang-orang percaya tentu tidak ada lagi ketakutan dan keraguraguan dalam memberitakan injil. Bagi orang percaya, memberitakan injil adalah menjadi Prioritas utama dalam hidupnya. Dalam 1 Korintus 9 : 16 Rasul Paulus mengatakan "Celakalah Aku, jika aku tidak memberitakan injil" artinya orang percaya harus memberitakan segala pekerjaan atau perbuatan Yesus selama Ia masih di dunia iniyang dimulai dari sejak kelahiranNya hingga KebangkitanNya dari kematian dan memberitakan bahwa Yesus memberikan kehidupan kekal kepada setiap orang yang percaya kepadaNya.
Ucapan Yesus dalam ayat 15, 'Pergilah ke seluruh dunia'.
Ucapan ini merupalan amanat Yesus kepada murid-muridNya. Dikatakan pergi ke seluruh dunia karena dunia merupakan tempat segala Makhluk yang percaya dan yang belum percaya kepadaNya oleh karena itulah injil harus diberitakan kepada semua orang dan semua pengisi jagad raya ini harus menerima kabar keselamatan.

Perintah 'Beritakanlah injil ke segala makhluk' supaya setiap orang yang sudah menerima kabar keselamatan itu dan yang telah percaya hendaknya juga ikut memberitakan kepada orang yang belum mendapat kabar keselamatan itu jangan hanya berdiam diri saja tetapi membagikannya, menjelaskannya serta menghidupinya dan melakukannya dalam kehidupannya.
Setiap orang yang telah mendengarkan kabar baik itu diberi kebebasan dalam memilih untuk percaya atau tidak. Setiap orang percaya orang percaya menentukan dirinya ikut dalam keselamatan atau tidak dan yang pasti dikatakan bahwa setiap orang yang tidak percaya akan mendapakan hukuman ( ayt. 16) dan setiap orang yang percaya mereka akan mendapat kuasa dari Tuhan yaitu kuasa untuk :

- Mengusir setan-setan demi namaNya
- Tidak akan mati sekalipun mereka minum racun maut dan tidak akan mendapat celaka.
- Menyembuhkan Orang sakit dan mereka akan sembuh dalam namNya.

Itulah perintah yang disampaikan oleh Yesus lalu Ia naik terangkat ke sorga dan duduk disebelah kanan Allah Bapa sebab pekerjaannya telah selesai dengan sempurna didunia ini sehingga Ia kembali kepada yang MengutuNya. Sekarang ini, kitalah yang diutus oleh Yesus untuk meneruskan karya keselamatan Yesus Kristus atas dunia ini ditengah-tengah dunia yang kita tempati ini.
Melalui nas khotbah ini ada beberapa hal yang harus kita ketahui yakni :
1). Semua orang yang telah dibaptis dan yang telah percaya kepada Yesus Kristus harus memberitakan Injil sebab memberitakan injil bulan lagi hanya tugas para hamba Tuhan. Dalam 1 Petrus 2 : 9 dikatakan " Tetapi kamulah bangsa terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.

2). Tuhan memberkati setiap orang percaya yang memberitakan injil dengan kuasa Roh yang daripadaNya dan merindungi dari celaka selama masih ada didunia ini. Tuhan menyertai sampai kepada akhir zaman ( Matius 28 : 20).
3). Keselamatan yang dianugerahkan Yesus Kristus melalui kematian dan kebangkitanNya, merupakan berita sukacita kepada segala makhluk ciptaanNya didunia ini. Oleh karena itulah satu hal yang harus kita lakukan adalah mau menjadi saksi-saksi Kristus ditengah-tengah dunia ini. Mau mempwrsembahkan diri kita dalambtugas pelayanan yang telah diperintahkanNya kepada kita. Itulah yang diinginkan Yesus dari setiap orang-orang percaya supaya injil keselamatan tersebar keseluruh penjuru dunia ini.
Amin.

Salam Marturia
Pdt. Dr Anna Ch Vera Pangaribuan

https://www.youtube.com/watch?v=YcRXDtjoUq4&t=4s

CINTA UANG

Renungan Harian dari Almanak HKBP Rabu, 11 Juli 2018 Selamat pagi untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai ...